Langsung ke konten utama

Masa depan akan terus berlanjut ...

Ku buka jendela kamarku dan ku biarkan cahaya mentari masuk menerangi kamar tidurku.
Ku biarkan sang mentari menembus pori-pori kulitku, dan ku rasakan mentari pagi ini terasa begitu hangat membelaiku.
Ini hari pertama aku memasuki dunia perkuliahan, ya dunia yang di impi-impikan oleh kebanyakan mereka yang merasa memakai seragam sekolah adalah sebuah pemaksaan yang membatasi ruang gerak mereka.
Aku di terima di sebuah Universitas Swasta di kotaku. Awalnya aku tidak begitu tertarik dengan kampus ini tapi keadaan yang memintaku untuk menjalani semua ini di mulai saat aku dinyatakan tidak berhasil dalam  ujian seleksi masuk universitas negri. 
"Tapi apa aku akan terus meratapi nasibku yang seperti ini ? Apa dengan tidak diterimanya aku berarti menggagalkan masa depanku saat itu juga ? Tidak."
Kalimat itulah yang ada di pikiranku saat ini, kalimat itulah yang membuatku semangat untuk ku langkahkan kakiku menuju ke gerbang masa depanku yang sudah terpampang jelas di hadapanku.
Sebuah Universitas Swasta yang tidak begitu besar layaknya universitas yang ada di drama seri percintaan di televisi.
Suatu universitas, besar kecilnya. Terkenal atau tidaknya tidak akan mempengaruhi masa depanmu. Apakah kamu pikir jika suatu saat nanti kamu melamar sebuah pekerjaan akan di tanya darimana kamu lulus, terkenal atau tidakkah universitasmu saat itu ? Tidak.
Nilai akhirlah yang menjadi penentuan, bukan dimana kamu kuliah, bukan dari universitas apakah kamu lulus.
Dari sinilah aku akan melanjutkan ceritaku, cerita masa depan yang sudah siap untuk aku ukir indah untuk kelak bisa aku ceritakan kepada penerusku.

Komentar