Perkenalan itu tak pernah ku duga
Berawal dari sebuah keisengan dan sekarang berakhir dalam genangan asa
yang memuja namanya
Kau dengan berbaik hati membukakan pintu itu
Padahal tidak dengan sekuat tenaga aku mengetuknya
Kau tawarkan senyum hangat khas seorang ksatria berkuda
yang siap melindungi siapapun yang kau lihat dibalik pintu itu
Kebaikkan dan ceriamu selalu coba kau torehkan ke dalam lembaran hariku
Membawaku pada puncak perasaan yang aku sebut nyaman
Kau seolah mengisi lembaran kosong dalam catatan hariku
Membiarkannya menjadi halaman yang penuh warna
ku akui, aku bahagia saat itu
Tapi waktu sepertinya belum berpihak pada cerita ini
Waktu belum berpihak untuk melihat halaman berwarna tadi
penuh hingga keujung batasnya
Dia biarkan lembaran itu luntur karena kepergianmu
menyisakan noda yang kini mulai mengering
Aku tidak pernah menyalahkan siapapun
Tidak dengan waktu
Tidak dengan perasaan itu
Tidak juga dengan kamu
Mereka semua tidak pernah salah
Hanya mungkin semesta yang belum siap menyaksikan
kita bahagia
Setidaknya aku berterimakasih
Karena kehadiranmu sempat membawa lembaran warna
dalam hariku
Walaupun yang bisa aku lakukan saat ini
Hanyalah menghapus noda kenangan yang pernah kau torehkan
-----------
F.-
Komentar
Posting Komentar