Kita bahkan belum pernah bertegur sapa
secara langsung
Hanya chatting dan video call
yang biasa kita lakukan
Aku yang dulu dengan mentah
menolak kehadiranmu
Kini berbalik arah menjadi aku
yang selalu ingin tau keadaanmu
Entah dengan cara apa kamu bisa
merubahku yang dulu sekeras batu
Kini menjadi lembek ibarat lumpur
Tak ada satu haripun kita lewatkan
untuk saling bertukar kabar
Dibalik sibukmu selalu kau coba
untuk menghubungi aku
Jarak seakan terasa satu jengkal di depan mata
Ketika doa dan cinta bisa menyederhanakannya
Belum ada ikatan apapun antara kita
Tapi rindu seakan tak mengenal kata lelah
untuk terus bergelayut dalam batin ini
Rindu memang tak mengenal tempat dan waktu
Dia bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja
meskipun dia seorang baru yang belum pernah
dan bahkan mungkin tidak pernah ku duga sebelumnya
Sama seperti rindu yang selalu ku alamatkan untukmu
Dengan melihatmu datang
dan menceritakan segala yang kau alami
dan segala keluh kesah yang kau rasakan
Saat itulah aku merasa aku berharga dimatamu
aku merasa menjadi aku yang kau butuhkan
kala dunia mulai membuatmu lelah
Aku memang belum bisa menjanjikan
aku akan selalu ada untukmu disaat kesedihan mendatangimu
Aku juga belum bisa menjanjikan bahu ini
sebagai tempatmu bersandar kala lelah mulai menyapamu
Aku juga belum bisa menjanjikan jemari ini
untuk menghapus peluh dan tangismu
Namun namamu kini menjadi yang selalu ku alamatkan
dalam barisan doaku
agar aku bisa terus memelukmu
agar aku bisa terus memelukmu
dalam bingkai ketenangan
Hingga tiba waktu yang akan mengakhiri
semua ini dengan akhir yang indah
Semoga
-----------
F.-
Komentar
Posting Komentar